#4 Kebingungan : Where is My Mr.Right?

Sebetulnya sah-sah saja mematok syarat ketat dalam memilih calon pasangan hidup. Namanya juga, pilih suami, sekali untuk seumur hidup. Hanya saja, seyogyanya tiap-tiap individu menyadari kondisi masing-masing. Kalau memang punya tuntutan tinggi, hendaknya sadar diri untuk lebih bersabar dan tidak protes kanan-kiri, atau malah yang lebih parah, melemparkan kesalahan pada kualitas pria zaman sekarang (memangnya apa yang salah dari pria zaman sekarang?). Ada pula yang mengutuki diri sendiri, merasa diri kurang cantik, kurang supel, kurang ini, kurang itu.. dan lain-lain. Namun, begitu ada pria yang mendekati, langsung mengkritisi dan menolak dengan 1001 macam alasan. Tolong deh!

Ada dugaan, mungkin yang sesungguhnya terjadi adalah wanita-wanita zaman sekarang, dengan segala kehebatan dan ketangguhannya, mengalami anomi alias kebingungan. Mungkin, mereka terbiasa dengan kodratnya ‘di bawah’ dan bukan ‘di atas’ (baca : budaya patriarkhi). Mungkin, mereka terbiasa dengan ideologi ‘pria seharusnya punya penghasilan lebih besar’, ‘pria seharusnya lebih kuat’, atau ‘pria seharusnya lebih tahan banting’, dan seterusnya. Akhirnya, pergeseran konstruksi sosial (baca : tatanan jender), sebagai efek dari gerakan emansipasi wanita, menimbulkan banyak implikasi tak terduga di dalam kehidupan kaum wanita itu sendiri.

Di satu sisi, wanita terus-menerus menuntut perbaikan hak dan persamaan derajat dengan kaum lelaki. Agaknya, aksi ini berangkat dari pola budaya patiarkhat yang telah sekian lama tersosialisasi hingga akhirnya melekat dalam sistem kognisi masyarakat, tak terkecuali kaum wanita, bahwa kaum lelaki adalah kaum yang lebih tinggi daripada mereka. Oleh sebab itu, tak henti-hentinya mereka memperjuangkan emansipasi wanita.

Namun di sisi yang lain, di saat kaum wanita telah mencapai kemajuan yang pesat dalam hampir semua aspek kehidupan, mereka justru gagal melihat fenomen ini secara utuh. Mereka yang kini merasa diri sudah memiliki segalanya (karier, uang, kecantikan, gaya hidup yang modern, dan kemandirian tiada tara), malah justru menuntut kaum lelaki yang lebih kuat lagi, lebih mapan lagi, lebih dewasa lagi, lebih ‘berduit’ lagi, dan ‘lebih-lebih’ yang lain, untuk mereka jadikan pasangan yang mereka anggap layak untuk bersanding dengan mereka. Tentu saja ini membingungkan semua pihak. Kaum wanita itu sendiri menjadi bingung. Apalagi kaum lelakinya!

Kesimpulannya, masih banyak wanita-wanita yang, meminjam istilah Radhar Dahana, hidup global tapi standar lokal. Maunya jadi fun fearless female tak terkalahkan (oleh siapapun juga, termasuk laki-laki), tapi juga sekaligus pingin punya suami yang lebih hebat daripada wanita (karena memang haruslah demikian!). Ini siyh namanya double standard!

Saya, Upik dan Pingkan pun masing-masing terdiam. Mencoba menuai pelajaran dari percakapan siang itu. Memang benar, apa yang pernah dikatakan oleh seorang sahabat, bahwa hidup itu belajar. Dan siang itu, kami bertiga belajar sesuatu.. menyadari sesuatu, supaya kelak kita semua semakin bijaksana dan menghargai setiap kesempatan yang datang.

Lalu Pingkan bergumam perlahan, “A winner seeks for the goodness in a bad man, and work with this part of him. A loser looks only for the badness in a good man, and therefore finds it hard to work with anyone”. Kutipan ucapan bijak Sydney Harris menutup pembicaraan kami sore itu.

kelinci_kebon

6 Responses to “#4 Kebingungan : Where is My Mr.Right?”

  1. Etta Says:

    buset tatin, depannya seh kayak cerpen
    belakangan kayak baca paper >_<
    .
    iyah… saya setuju…
    er…
    cuman bisa komen itu ehehe

  2. Ari J -i- Says:

    mmmm…gue sebetulnya udh pernah dibacain nih blog ama kat dulu…tapi kok, sekarang gue baca yg ke2 kali, kok kyknya malah makin bagus yah…:)

    serius deh tryn, bagus bgt deh…hebat yah kamu..:)

  3. Andy Says:

    blog yang amazing banget..sampe gw jadiin status ym and msn gw…hahahaha..krn memang worth to read baik oleh pria maupun wanita pada khususnya…
    Keep on blogging these kinds of stuff tryn…
    we need it!!!

  4. Shirley Says:

    hmmm…
    gw jd bingung. ini blog, cerpen, ato artikel di majalah ya..

    bagus bgt… dan gw setuju bgt. org2 selalu berteriak ” where is my mr./mrs. right?”
    selalu mematok standar yg tinggi tp ga melihat diri sendiri…

    keep on writin’ girl..

  5. Denny Says:

    ciehh katryn, akhirnya topik skripsi loe muncul juga disini. lo udah bisa berempati kayaknya dengan para kaum pria. hehehe…just kidding

  6. Elisa Says:

    Wow…just wow…it’s amazing tryn…didn’t know you could write such things…and it hits me…YOU’RE ABSOLUTELY RIGHT :)

Leave a Reply